MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
https://sjournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/memace
<p><strong>MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing</strong> is an journal containing research articles in several fields, namely: (1) teaching Indonesian language and local, regional and foreign languages; (2) Indonesian, regional and foreign linguistics; and (3) Indonesian, regional and foreign literature. <em>MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing</em> can be reserved for researchers, academics, professionals, practitioners, and students to deliver the results of his research in the form of research articles.</p> <p><em>MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing</em> can have <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230324340027516" target="_blank" rel="noopener">E-ISSN 2986-7193</a></strong>. First published in March 2023 by Indonesian Language Education Program, Institut Pendidikan Nusantara Global. <em>MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing</em> will regularly be published four times a year in March, June, September, and December. </p>Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Globalen-USMEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing2986-7193INDIVIDUASI TOKOH NURUDA DALAM NOVEL MEDULLA SINCULASIS KARYA PAOX IBEN: KAJIAN PSIKOLOGI ANALITIK CARL GUSTAV JUNG
https://sjournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/memace/article/view/6681
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses individuasi tokoh Nuruda dalam novel <em>Medulla Sinculasis</em> karya Paox Iben berdasarkan perspektif psikologi analitik Carl Gustav Jung. Individuasi merupakan proses perkembangan psikologis yang mengarah pada pencapaian keutuhan kepribadian melalui integrasi berbagai aspek sadar dan tidak sadar dalam diri individu. Novel <em>Medulla Sinculasis</em> menghadirkan perjalanan tokoh Nuruda yang pada awalnya datang ke Lombok karena ketertarikannya terhadap sebuah lukisan, kemudian mengalami transformasi psikologis setelah berhadapan dengan berbagai realitas sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian berupa novel <em>Medulla Sinculasis</em> karya Paox Iben. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik baca-catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara interpretatif berdasarkan konsep-konsep psikologi analitik Carl Gustav Jung yang meliputi persona, shadow, anima, dan self. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nuruda mengalami proses individuasi melalui beberapa tahapan, yaitu pembentukan persona sebagai intelektual dan pencinta seni, konfrontasi dengan shadow yang muncul akibat perjumpaannya dengan berbagai persoalan sosial, perkembangan anima yang ditandai dengan meningkatnya empati dan kepedulian terhadap masyarakat marginal, serta upaya menuju self sebagai bentuk keutuhan kepribadian. Proses individuasi tersebut menunjukkan transformasi Nuruda dari individu yang berorientasi pada pencarian makna personal menjadi individu yang memiliki kesadaran sosial dan kemanusiaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa novel <em>Medulla Sinculasis</em> tidak hanya merepresentasikan realitas sosial masyarakat Lombok, tetapi juga menggambarkan perjalanan psikologis manusia dalam menemukan identitas dan makna hidupnya.</p>Sukmana Handinata
Copyright (c) 2026 Sukmana Handinata
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-09-292024-09-2923869510.55681/memace.v2i3.6681ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERPEN "SENYUM KARYAMIN" KARYA AHMAD TOHARI
https://sjournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/memace/article/view/6682
<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk gaya bahasa yang digunakan dalam cerpen <em>Senyum Karyamin</em> karya Ahmad Tohari. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan wacana yang mengandung gaya bahasa dalam cerpen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ahmad Tohari memanfaatkan berbagai gaya bahasa, seperti metafora, personifikasi, hiperbola, simile, repetisi, dan ironi. Gaya bahasa tersebut berfungsi memperkuat penggambaran kehidupan masyarakat miskin pedesaan, membangun suasana cerita, serta menyampaikan kritik sosial secara halus. Gaya bahasa yang dominan adalah personifikasi dan metafora yang memberikan efek estetis sekaligus mempertegas realitas sosial yang dialami tokoh utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gaya bahasa dalam cerpen tidak hanya berfungsi sebagai unsur keindahan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian pesan kemanusiaan dan kritik sosial</p>Siti Maemunah
Copyright (c) 2026 Siti Maemunah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-09-292024-09-29239610210.55681/memace.v2i3.6682ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN IBU KOTA NUSANTARA (IKN) PADA MEDIA ONLINE TAHUN 2024: KAJIAN MODEL ROBERT N. ENTMAN
https://sjournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/memace/article/view/6679
<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi framing pemberitaan mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN) pada media online selama tahun 2024. IKN merupakan salah satu proyek strategis nasional yang memperoleh perhatian luas dari media massa karena melibatkan aspek politik, ekonomi, lingkungan, dan pembangunan nasional. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis framing model Robert N. Entman yang meliputi empat elemen, yaitu <em>define problems</em>, <em>diagnose causes</em>, <em>make moral judgment</em>, dan <em>treatment recommendation</em>. Data penelitian berupa berita mengenai IKN yang dipublikasikan media online nasional sepanjang tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media cenderung membangun dua kecenderungan framing. Framing pertama menampilkan IKN sebagai simbol kemajuan, pemerataan pembangunan, dan transformasi Indonesia menuju negara maju. Framing kedua menyoroti berbagai tantangan pembangunan, seperti pembiayaan, kesiapan infrastruktur, dampak lingkungan, serta efektivitas pemindahan ibu kota. Perbedaan konstruksi tersebut menunjukkan bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai aktor yang membentuk persepsi publik terhadap suatu kebijakan nasional. Penelitian ini memperlihatkan bahwa pemberitaan IKN pada tahun 2024 masih didominasi oleh frame pembangunan dan optimisme pemerintah, meskipun kritik terhadap proyek tersebut juga mendapatkan ruang dalam pemberitaan</p>Undang Sudana
Copyright (c) 2026 Undang Sudana
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-09-292024-09-292310310810.55681/memace.v2i3.6679ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM NOVEL AYAH KARYA ANDREA HIRATA
https://sjournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/memace/article/view/6680
<p>Bahasa merupakan sarana utama komunikasi yang digunakan manusia untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan tujuan tertentu dalam kehidupan sosial. Dalam praktik komunikasi, tuturan tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga melakukan tindakan tertentu yang dikenal sebagai tindak tutur. Novel sebagai karya sastra yang memuat berbagai dialog antartokoh menjadi objek yang relevan untuk mengkaji penggunaan tindak tutur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam novel <em>Ayah</em> karya Andrea Hirata. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Sumber data penelitian adalah novel <em>Ayah</em> karya Andrea Hirata yang diterbitkan pada tahun 2015. Data berupa tuturan para tokoh yang mengandung tindak tutur ilokusi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan data berdasarkan teori tindak tutur John R. Searle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel <em>Ayah</em> mengandung lima jenis tindak tutur ilokusi, yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Tindak tutur asertif ditemukan dalam bentuk menyatakan, menjelaskan, menginformasikan, dan mengeluh. Tindak tutur direktif ditemukan dalam bentuk memerintah, meminta, menyarankan, dan mengajak. Tindak tutur komisif meliputi berjanji dan menyatakan kesanggupan. Tindak tutur ekspresif berupa ucapan terima kasih, pujian, permintaan maaf, serta ungkapan kesedihan. Adapun tindak tutur deklaratif ditemukan dalam bentuk penetapan status tertentu. Tindak tutur asertif dan direktif menjadi jenis yang paling dominan karena berkaitan erat dengan pembangunan konflik dan hubungan sosial antartokoh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tindak tutur dalam novel berfungsi membangun karakterisasi tokoh, mengembangkan alur cerita, serta menyampaikan pesan moral kepada pembaca.</p>Desma Yuliadi Saputra
Copyright (c) 2026 Desma Yuliadi Saputra
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-09-292024-09-292310911810.55681/memace.v2i3.6680REPRESENTASI PARIWISATA LOMBOK DALAM NOVEL MEDULLA SINCULASIS KARYA PAOX IBEN: ANALISIS WACANA KRITIS MODEL NORMAN FAIRCLOUGH
https://sjournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/memace/article/view/6683
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi pariwisata Lombok dalam novel <em>Medulla Sinculasis</em> karya Paox Iben dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Novel ini menghadirkan berbagai gambaran mengenai perkembangan pariwisata Lombok yang tidak hanya menampilkan keindahan alam sebagai daya tarik wisata, tetapi juga mengungkap berbagai persoalan sosial, budaya, dan ekonomi yang menyertai proses pembangunan pariwisata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data penelitian berupa satuan lingual, narasi, dialog, dan deskripsi yang berkaitan dengan representasi pariwisata dalam novel. Analisis dilakukan melalui tiga dimensi Fairclough, yaitu dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi teks, pariwisata Lombok direpresentasikan melalui diksi, metafora, dan narasi yang menggambarkan Lombok sebagai ruang eksotis sekaligus ruang konflik sosial. Pada dimensi praktik diskursif, novel mereproduksi sekaligus mengkritisi wacana pembangunan pariwisata yang selama ini didominasi oleh kepentingan ekonomi dan investor. Pada dimensi praktik sosial budaya, novel menunjukkan bahwa perkembangan pariwisata berimplikasi terhadap perubahan struktur sosial masyarakat, marginalisasi kelompok lokal, serta komodifikasi budaya dan lingkungan. Dengan demikian, <em>Medulla Sinculasis</em> tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai media kritik terhadap praktik pembangunan pariwisata yang tidak selalu berpihak kepada masyarakat local</p>KatrulgaisMuhammad Yusro
Copyright (c) 2026 Katrulgais, Muhammad Yusro
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-09-292024-09-292311912410.55681/memace.v2i3.6683