KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL MEDULLA SINCULASIS KARYA PAOX IBEN: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA

Authors

  • Rudi erwin Institut Pendidikan Nusantara Global

DOI:

https://doi.org/10.55681/memace.v4i2.6634

Keywords:

konflik sosial, Novel, sosiologi sastra

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk konflik sosial yang terdapat dalam novel Medulla Sinculasis karya Paox Iben serta menjelaskan faktor-faktor penyebab munculnya konflik tersebut melalui pendekatan sosiologi sastra. Novel ini mengangkat berbagai persoalan sosial masyarakat Lombok, khususnya kehidupan masyarakat marginal yang berhadapan dengan kekuatan ekonomi, politik, dan budaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data penelitian berupa kutipan-kutipan naratif dan dialog yang mengandung konflik sosial dalam novel. Analisis dilakukan berdasarkan teori konflik sosial yang dikemukakan oleh Lewis A. Coser dan pendekatan sosiologi sastra yang memandang karya sastra sebagai representasi realitas sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik sosial dalam novel Medulla Sinculasis meliputi konflik antara individu dengan kelompok, konflik antarkelompok sosial, konflik antara masyarakat marginal dengan pemegang kekuasaan, konflik ekonomi, konflik budaya, serta konflik lingkungan. Konflik-konflik tersebut muncul akibat adanya ketimpangan sosial, perebutan sumber daya, dominasi kekuasaan, marginalisasi masyarakat kecil, dan perbedaan kepentingan antar kelompok. Tokoh Nuruda sebagai tokoh utama mengalami transformasi dari seorang wisatawan menjadi aktivis sosial yang berusaha memperjuangkan hak-hak masyarakat marginal di Ampenan. Namun perjuangannya berhadapan dengan struktur kekuasaan yang lebih kuat sehingga berakhir tragis. Novel ini menunjukkan bahwa sastra dapat menjadi media kritik sosial terhadap praktik ketidakadilan yang terjadi dalam masyarakat modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anitasari, D., Susilo, S., & Widayati, W. (2020). Konflik sosial dalam novel Digdaya karya Sandi Firly: Kajian sosiologi sastra. Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies, 3(2), 58–67.

Coser, L. A. (1956). The functions of social conflict. Free Press.

Damono, S. D. (2020). Sosiologi sastra. Gramedia Pustaka Utama.

Dahrendorf, R. (1959). Class and class conflict in industrial society. Stanford University Press.

Faruk. (2017). Pengantar sosiologi sastra: Dari strukturalisme genetik sampai postmodernisme (5th ed.). Pustaka Pelajar.

Goldmann, L. (1981). Method in the sociology of literature. Basil Blackwell.

Hendri, M., & Murtafi’ah, B. (2024). The role of the environment in human life in the novels Tambora 1815 and Medulla Sinculasis. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(3), 1735–1745.

Iben, P. (2011). Medulla Sinculasis. Rumah Arus Institute (IRuS).

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Marx, K., & Engels, F. (1977). Manifesto of the Communist Party. Progress Publishers.

Nurgiyantoro, B. (2015). Teori pengkajian fiksi. Gadjah Mada University Press.

Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi (Cetakan ke-12). Gadjah Mada University Press.

Ratna, N. K. (2015). Paradigma sosiologi sastra. Pustaka Pelajar.

Semi, M. A. (2012). Metode penelitian sastra. Angkasa.

Soekanto, S. (2017). Sosiologi: Suatu pengantar (Edisi revisi). Rajawali Pers.

Susilo, R. K. D. (2012). Sosiologi lingkungan. Rajawali Pers.

Swingewood, A., & Laurenson, D. (1972). The sociology of literature. Paladin.

Wellek, R., & Warren, A. (2016). Theory of literature. Penguin Books.

Weber, M. (1968). Economy and society: An outline of interpretive sociology. Bedminster Press.

Yusriman, Y., Agustina, A., & Hidayat, M. (2023). Konflik sosial dalam novel Padusi karya Ka’bati: Kajian sosiologi sastra. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(1), 45–56.

Downloads

Published

2026-06-16

How to Cite

erwin, R. (2026). KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL MEDULLA SINCULASIS KARYA PAOX IBEN: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA. MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, Dan Asing, 4(2), 82–91. https://doi.org/10.55681/memace.v4i2.6634